- Diposting oleh : kwarcabtrenggalek
- pada tanggal : 3/03/2026 03:15:00 PM
Panen raya jagung di Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026), menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Jawa Timur.
Panen ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jatim sekaligus Ketua HKTI Jatim H.M. Arum Sabil.
Dalam kesempatan tersebut, peran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menjadi sorotan penting. Melalui gerakan Pramuka Produktif, Pramuka tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter, tetapi juga mengambil peran strategis dalam sektor pertanian.
Program tanam jagung yang dipanen kali ini merupakan hasil gerakan kolaboratif sekitar tiga bulan lebih sejak masa tanam November 2025. Pramuka Jatim terlibat dalam:
-
Edukasi pertanian produktif bagi generasi muda
-
Pendampingan teknis budidaya jagung
-
Penguatan semangat kemandirian pangan
-
Kolaborasi dengan kelompok tani dan HKTI
Gubernur Khofifah secara khusus mengapresiasi konsistensi Pramuka Jatim dalam mengembangkan model pembinaan yang selaras dengan kebutuhan zaman, yakni membentuk generasi muda yang berkarakter sekaligus produktif secara ekonomi.
Lahan seluas sekitar 50 hektare dikelola dengan varietas jagung hibrida jenis Jenderal. Dari sekitar 10 hektare yang telah dipanen, produktivitas mencapai kisaran 8–10 ton per hektare. Hasil ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi tani, dan Pramuka mampu menghasilkan output nyata.
Bagi Pramuka, keterlibatan ini menjadi implementasi konkret Dasa Darma dalam bidang kerja keras, kemandirian, dan pengabdian kepada masyarakat. Gerakan ini juga menjawab tantangan regenerasi petani dengan melibatkan kaum muda secara langsung di lapangan.
Panen raya ini bukan sekadar seremoni, melainkan model sinergi yang dapat direplikasi di kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Dengan dukungan pemerintah daerah dan aparat, Pramuka dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan berbasis generasi muda.
Melalui langkah nyata seperti ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur menunjukkan bahwa pendidikan kepanduan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan daerah.